2.5 Jam Royal Klang Town Heritage Walk 2

Monday, June 5, 2017 1 comments
Eat Travel Write 5.0 Menelusuri Bangunan Tua

Kotacinta.com- Dua setengah jam Royal Klang Town Heritage membuat nuansa pertualangan menarik antara membawa masa lampau ke masa kini. Mencampur adukan sejarah dan era modern. Ketika melihat sekeliling di Klang ada 12 bangunan tua yang masih dilestarikan dan dijaga. Karena kehidupan modern tidak bisa lepas dari jejak masa lalu. Karena itu, jejak warisan harus dijaga dan dikenalkan kepada kaula muda. Sehingga mereka mengetahui arti penting sejarah. Sehingga tercipta suatu negeri yang makmur dan sukses.


Tetap saja mataku masih memandang Istana Raja Alam Shah dari kejauhan. Mungkin, dikarenakan hari ini (hari dimana aku melakukan pertualangan, cuaca sangat cerah). Sehingga bangunan megah itu terlihat kontras dengan birunya langit dan putihnya awan. Membuat aku terpikat dalam sebuah bayangan lukisan dan imajinasi negeri dongeng untuk cerita anak-anak yang akan aku garap. Lha, aku ini benar-benar wanita pemimpi yang penuh dengan imajinasi ya hahaha. Baru sadar, #Eh.



Gereja Our Lady of Lourdes Klang
Seperti dikatakan cuaca yang panas dan naik turun bukit membuat nafas aku sempoyongan. #Eh ngos ngosan. Aku jalan perlahan, ketika rombongan pertama sudah mulai menjauh. Aku menikmati rindangnya perpohonan. Tidak lama kemudian, rombongan yang lelah itu duduk sambil memandang guide yang menjelaskan mengenai bangunan putih yang terlihat di tempat kami duduk. 



Bangunan itu adalah Gereja Our Lady of Lourdes Klang. Seperti namanya, bangunan itu adalah rumah ibadah umat Katolik yang kabarnya telah didirikan 80 tahun yang silam. Kemudian diresmikan oleh Bishop Perichan di tahun 1928. Dimana bangunan tersebut berada di salah satu ruas jalan Tengku Kelana dan merupakan bangunan tertua yang ada di Klang. Walaupun bangunan tersebut berwarna putih tetapi arsitektur bangunan ini mencirikan senibina Gothic. Sayang, aku hanya puas memandang dari kejauhan dan tidak bisa melihat dari dalam bentuk bangunan putih megah tersebut yang merupakan tempat ibadah agama Katolik.


Sekolah Convert Klang

Bangunan ini bersebelahan dengan Gereja Our Lady of Lourdes Klang dan masih berada di jalur Jalan Tengku Kelana. Bangunan ini konon dibangun pada tahun 1924 dan pelajar pada masa sekolah ini didirikan hanya berjumlah 19 orang saja. Ketika bangunan ini diresmikan oleh Sir William Peel pada tahun 1928. Walaupun sudah ada bagian penambahan bangunan, tetapi mereka masih mempertahankan bentuk asli bangunan Sekolah Convert Klang. Plus, bangunan ini masih digunakan sebagai sekolah hingga saat ini.


Jalan Tengku Kelana “Little India”

Walaupun jalan Tengku Kelana ini tidak besar tetapi kawasan ini termasuk kawasan perdagangan di Klang. Bahkan kawasan ini ini dikenal dengan sebutan Little India. Hal itu karena kebanyakan penjaga dan penjual terdiri dari orang India. Bahkan barang yang dijual di Jalan Tengku Kelana juga kebanyakan barang India seperti saree, tekstil, barang logam, barang-barang kebutuhan orang India dan hal lainnya. Dimana memang barang tersebut diimpor langsung dari India.


Yang menarik dari semua itu adalah . . . . . tralala. . . . . aku menemukan ladu, manisan khas India tetapi tidak sempat beli. Karena guide kami bilang, no time, next time saja. Ngences dah hahaha. Itu hanya segelintir kisah yang menyedihkan, tetapi yang paling menarik adalah informasi mengenai Jalang Tengku Kelana atau the Little India ini adalah menjelang perayaan Deepavali. Bagi teman sekalian yang hobi nonton film India maupun drama India pasti tahu dong perayaan ini. Jadi, teman sekalian tidak perlu jauh-jauh ke India jika danannya belum cukup hihihi, bisa melepaskan raya keingintahuan melihat langsung kegiatan menjelang perayaan Deepavali ini di Malaysia, tepatnya di Klang, Little India.

Sebab akan banyak keramaian di Jalan Tengku Kelana dan kabarnya, selain semaraknya perdagangan di Little India ini juga ada tuh beragam atraksi yang menarik yang digelar terbuka di ruas jalan tersebut. Pasti, seru dan menyenangkan bukan? Berasa benar-benar berada di India. Why not! Dream High its more good then you never have ambition to dream.

Masjid India
Berdasarkan informasi masjid ini sudah dibangun sejak tahun 1910 sebagaimana masjid dibangun untuk kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan warha India muslim yang ada atau menetap di Klang. Masjid ini berada di Jalan Engku Kelana, berarti dekat sekali dengan India Town. Nah, masjid ini telah direnovasi dan dengan menjadikannya dua tingkat dan juga  dijadikan mercu tanda bagi Klang.


Masjid ini berada ditikungan jalan dan sangat menarik untuk ditelusuri bagian dalam masjid, tetapi sayang kami hanya cukup puas memandang dari luar saja. Pasalnya, 2,5 jam tour itu sangat singkat jika kamu mengelilingi heritage yang ada di Klang. Nah, mudahan dalam waktu dekat aku bisa bermain di Klang dan menelusuri tiap sudut sampai lelah eh puas haha.

Kuil Sri Nagara Thendayuthapani
Bangunan ini terlihat ketika kita sedang mendengarkan guide kita, Mr Alex bercerita eh menerangkan mengenai asal muasal masjid India ini. Nah, dari kejauhan mataku langsung saja melihat hal-hal yang berbau temple. Benar saja, ternyata disana ada kuil Sri Nagara Thendayuthapani. As you know teman sekalian, kuil ini berada di persimpangan Jalan Datu’ Hamzah dan Bukit Jawa, Konon, kuil ini merupakan kuil tertua di Klang yang dibangun untuk tempat beribadah agama Hindu. Kuil ini masih ada dan masih berfungsi sebagaimana pertama kali kuil ini dibentuk eh didirikan.


Sayang, aku dan kalian harus puas memandang dari kejauhan. Karena kuil tersebut tidak bisa dimasuki. Gerbangnya ditutup, padahal dari kejauhan kuil ini memikat hatiku karena bentuk piramid dan juga banyaknya patung yang berjejer di piramid dan aku ingin sekali menghitung #Eh mank tidak ada kerjaan apa hihi, melihat dari dekat, sedekat kamu berbisik kata manis ditelingaku. Idih.

Muzium Balai Bomba Klang

Terus terang saja awal pertama kali mendengar kata muzium balai Bomba aku masih tidak paham. Namun ketika langkah kaki mendekat dan melihat bangunan klasik yang mencirikan gata masa Victoria. Aku pikir museum biasa saja, rupayanya ini adalah museum pemadam kebakaran. Di Malaysia namanya Bali Bomba. Disini, kita bisa melihat perjalanan sejarah petugas pemadan kebakaran di Klang dari masa lampau hingga masa kini. Menarik lho, apalagi jika kita jalan-jalan bersama anak. Pengetahuan tentang pemadam kebakaran dan bisa berfoto di mobil pemadam kebakaran kapan lagi coba.

Gedung Raja Abdullah
Bangunan ini bersebelahan dengan bangunan gedung pemadam kebakaran. Dimana bangunan gedung Raja Abdullah ini merupakan bangunan tertua di Negeri Selangor yang dibangun tahun 857. Bangunan ini dulunya dijadikan tempat penyimpanan biji timah dan kediman Raja Abulah Bin Raja Jaafar pada masa itu. Namun, pada tahun 1874 bangunan tersebut diambil oleh kerajaan Selangor untuk dijadikan tempat pejabat kerajaan dan akan digunakan sebagai tempat musyawarah majelis kerjaan Selangor yang pertama pada tahun 1880.

Stesen Kereta Api Klang

Bangunan stesen kereta api Klang ini terletak di Jalan Stesen dan masih aktif hingga sekarang. Dimana teman sekalian yang ingin ke Klang menggunakan kereta api maka stesen ini adalah tempat pemberhentiannya. Sebelumnya, stesen Klang ini berfungsi sebagai kegiatan pengantaran hasil tambang biji timah dari Sungai Klang. Serta sebagai tempat aktivitas perdagangan antara Pelabuhan Klang dengan Kuala Lumpur. Jadi, ketika teman sekalian berkunjung ke Klang jangan buru-buru keluar, nikmati sejak berada di stesen Klang hihihi....


Untuk Stesen Kereta Api Klang, kami tidak menelusuri pada sesi Royal Klang Town Heritage Walk selama 2.5 jam. Lumayan, kaki berasa lelah karena terburu-buru. Tidak bisa menikmati tiap titik dengan santai, karena itu, aku berharap bisa kembali menelusuri jejak warisan Klang dengan bersantai sambil membawa buku note dan duduk dibawah rindangan pohon sambil berhayal #Eh mencari inspirasi untuk menulis sebuah buku.  Sambil menunggu rombongan kedua selesai, kami pun disuruh mencari makan siang.



Nah, berhubung ini adalah kawasan “little India” jadi beberapa teman yang beragama muslim dan aku juga lebih ketat, beragama Kristen Advent mencari tempat makan yang halal. Maka, kami memilih makan di warung yang menyajikan beberapa pilihan menu. Kamu mau tahu aku pesan apa? Aku pesan mie, karena kelamaan dan teman lain bilang mungkin mereka kelupaan jika aku memesan makanan itu. Akhirnya, aku mencoba nasi biryani. Setidaknya mengobati rasa patah hati, karena tidak sempat membeli ladu, manisan kesukaan Dewa Krisna di film kartun Dewa Krisna yang sering diputar di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.


1 comments:

Post a Comment

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day