Liburan di Hutan Balikpapan Seru

Friday, November 25, 2016 7 comments
Mengenal Balikpapan dari Wisata Hutan

Setelah menikmati pemandangan laut, tidak ada salahnya jika mata digantikan dengan kesegaran warna hijau. Kini, kita beralih dari wisata bahari ke wisata alam dengan warna hijau dari rimbunan perpohonan yang membuat nuansa liburan semakin sempurna. Pertualangan kota cinta yang masih berada di kota Balikpapan untuk mengenal kota Balikpapan lebih dekat dari wisata yang ada di kota penghasil minyak bumi di Indonesia.


 #WisataHutan

1. Bukit Bangkirai
Kalimantan Timur, Balikpapan memang terkenal dengan hutan teropisnya. Sehingga tidak heran, jika kita bisa menikmati pemandangan yang indah dari hutan tropis. Salah satunya yakni Bukit Bangkirai. Jarak tempuh untuk menikmati hutan jujan tropis di Bukit Bangkirai ini memakan waktu 1,5 jam dari pusat kota Balikpapan.


Tentunya, perjalanan panjang ini sangat worth it dikunjungin. Karena tempat ini menawarkan pesona alam dan juga wisata jembatan yang menggantung di lima pohon Bangkirai. Dimana, jembatan gantung ini dibangun oleh Canopy Consturction Assosiation dari Amerika Serikat di tahun 1998, dimana jembatan ini berada di ketinggian 30 meter dan memiliki panjang 64 meter.

Untuk mencapai jembatan gantung ini pengunjung harus melewati 14 tangga yang berputar mengelilingi pohon Bangkirai, di mana kita dapat melihat keindahan panorama hijau dari jembatan itu.

 
Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan kebun buah seluas 4 hektar. Bukit Bangkirai mempunyai 45 jenis anggrek, salah satunya anggrek hitam yang menjadi maskot Kalimantan Timur. Selain itu pohon bangkirai merupakan tumbuhan yang mendominasi kawasan hutan ini dengan umur rata-rata lebih dari 150 tahun, tinggi 40-50 meter dan diameter 2,3 meter. Itulah sebabnya kawasan ini dinamakan Bukit Bangkirai. Terdapat pula beragam aneka satwa yang menghuni hutan ini diantaranya : 113 jenis burung, monyet ekor panjang, babi hutan, owa-owa, beruk, lutung merah, bajing terbang dan rusa sambar.

Selain itu terdapat pula jalur trekking di kawasan wisata alam ini yang meliputi 7 trek dengan panjang sekitar 150 meter hingga 6 km. Kita juga bisa berkemah di sini karena tersedia lapangan berumput datar dengan luas 20 x 50 meter dan sudah dipagari kayu untuk area kemah.

How to get There: Sayangnya, tidak ada akses transportasi umum yang melalui lokasi ini. Karena itu di sarankan dengan menyewa mobil untuk menikmati pemandangan di Bukit Bangkirai. Harga tiket masuk ke Bukit Bangkirai ini sebesar Rp5.000,- untuk dewasa dan Rp2.000,- untuk anak-anak. Sedangkan untuk menikmati jembatan di Bukit ini yakni dengan menambah biaya Rp25.000,- untuk wisatawan domestic.


2. Mangrove Margo Mulyo (Hutan Kota)

Lokasi Mangrove Margo Mulyo ini berada di Jalan AMD Gunung Empat, RT 42 Kelurahan Margo Margomulyo. Lebih tepatnya berada dibelakang SMUN 8 Balikpapan. Namanya mangrove, sudah pasti tanaman yang dilihat adalah tanaman mangrove. Dimana area mangrove ini seluas 1.500 hektar. Selain ada tumbuhan mangrove, hutan ini juga didiami binatang langka yang dilindungi yakni Bekantan (monyet hidung panjang). 

Baca juga: Nikmatnya Pisang Gapit

Bekantan hanya terlihat saat senja datang. Pengelola hutan mangrove ini juga menyediakan jalur jalan kaki dari kayu sepanjang 800 meter bagi kita yang ingin melihat kehidupan alam hutan mangrove dengan berjalan kaki. Selain kesejukan khas tanaman bakau, hutan ini juga menyuguhkan pemandangan yang indah.

Selain jika beruntung melihat monyet langka, kita juga bisa bertemu dengan burung kuntul. Lokasi wisata mangrove ini sangat sejuk dan bahkan ada gazebo untuk beristirahat sejnak sambil menikmati pemandangan.


 How to get There: Sayangnya, tidak ada akses transportasi umum yang melalui lokasi ini. Karena itu di sarankan dengan menyewa mobil untuk menikmati pemandangan di Hutan Mangrove. Harga tiket masuk sejauh ini GRATIS, tetapi beberapa orang memberikan uang bagi penjaga hutan mangrove sekedarnya.

Baca juga: Kuliner Balikpapan patut dicoba

3. Hutan wana Wisata
Hutan Wana wisata adalah taman besar dengan berbagai jenis spesies tumbuhan khas Kalimantan, dimana sebagian spesies tumbuhan tearsebut terancam punah. Tentunya, namanya hutan sudah pasti pemandangannya serba hijau dan rimbun. Pemandangan di hutan wana wisata ini sangat rindang dan sejuk. Sehingga lokasi ini dijadikan tempat wisata keluarga di akhir pekan.

Sedangkan bagi para pecinta alam, Wanawisata biasanya digunakan untuk tracking atau jogging. Dan tentunya kita bisa berjalan-jalan sambil melihat berbagai jenis pohon di Wanawisata Hutan. Lokasi ini dibuka setiap hari mulai jam 8:00 sampai 17.00 WITA.


Hutan Wanawisata terletak di Jalan Soekarno Hatta, Km 10, Karang Joang, sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Balikpapan. Hutan Wanawisata berjarak sekitar 300 atau 400 meter dari Jalan Soekarno Hatta, km 10. Selain perpohonan, disana juga terdapat rusa, monyet.

Baca juga: Hijaunya Ragunanan Zoo

How to get There: Dengan rental mobil atau transportasi umum. Dari Terminal Bus Batu Ampar, pilih angkot nomor 8 dari untuk menuju daerah ini. Jangan lupa, minta supir untuk menurunkan di lokasi taman ini ya. Jarak tempuh dari terminal ke taman wisata ini sekitar 20 menit. Biaya masuk hanya Rp1.000,- per orang.


4. Hutan Lindung Sungai Wain
Sudah jelas dari namanya saja hutan dan sungai. Hutan lindung sungai wain ini seluas 10.000 hektar. Hutan yang juga dihuni hewan yang dilindungi seperti Orangutan, Beruang Madu, dan Bekantan. Namun, tidak semua bisa melihat binatang tersebut saat bertandang ke hutan lindung sungai wain.

Baca juga: Bintan diantara wisata populer

Namanya hutan sudah pasti banyak tanaman dan juga pepohonan. Meskipun begitu, di sana juga terdapat tanaman yang dilindungi, seperti Kantong Semar dan Jahe Balikpapan. Saat bertandang ke hutan lindung ini, kita bisa menikmati keindahan hutan alami dengan berjalan kaki melalui sebuah jembatan kanopi atau dengan cara menyusuri sepanjang Sungai Wain dengan perahu.

Sedangkan sungai Wain  sepanjang 18.300 kilometer,  air sungai ini  sangat jernih  dengan  kanan kirinya ditumbuhi pohon bakau yang eksotis. Di Hutan Lindung Sungai Wain ini, kita juga bisa  menemukan pesona fauna seperti aneka macam ikan, kepiting, beberapa burung, serta kera, dan orang utan.


 Di Hutan Lindung Sungai Wain ini kita juga bisa melakukan trekking pendek dengan melintasi jalur sepanjang 400 meter di atas titian kayu, yakni di jembatan di atas Sungai Wain. Ingin lebih menantang sambil menikmati trekking panjang sepanjang 3 kilometer sembari melihat-lihat tumbuhan langka, seperti Kantung Semar. Bila ingin lebih menantang lagi, sobat traveler dapat melakukan trekking sepanjang 8 kilometer hingga sampai di pos base camp Jamaluddin.

How to get There: Dengan rental mobil atau transportasi umum, pilih angkot nomor 8 warna coklat muda/krem (ongkos: Rp. 10.000 untuk sekitar satu jam perjalanan). Jangan lupa, beritahu supir untuk menurunkan di tempat ini. Jam operasional yakni  Senin - Jumat, Jam 8:00 - 17:00. Untuk jam operasional yang berdasarkan pada permintaan pengunjung dibutuhkan surat permohonan terlebih dahulu. Sedangkan, biaya masuk tergantung paket yang dipilih ada 4 paket untuk kunjungan satu hari. Paket A (1-6 tamu) seharga Rp350.000,-; Paket B (7-9 tamu) Rp500.000, C (7-12 tamu) seharga Rp590.000, dan D (>12 tamu) seharga Rp540.000.   

Alert: Lebih baik menggunakan mobil rental. Karena susahnya menanti angkot saat menuju pusat kota.


5. Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH)
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) ini terletak di Km 23, Jalan raya Balikpapan-Samarinda. Kawasan ini merupakan kawasan konservasi Beruang Madu. Hewan yang tergolong salah satu satwa yang dilindungi didunia.

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) yang menempati area seluas 1.3 ha. ini dirancang sedemikian rupa agar mendekati kondisi habitat yang sesungguhnya. Dimana disini  memiliki 5 (lima) ekor beruang madu yang kesemuanya adalah  beruang yang pernah ditangkap dan dikomersialisasikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.


 Obyek wisata ini  dilengkapi dengan "mini information center-beruang" (pusat informasi beruang) yang didisain kusus untuk membantu anak-anak memahami keberadaan jenis-jenis beruang didunia. Untuk  melihat beruang secara langsung, sebaiknya kita sudah berada di menara intai beberapa menit sebelum pukul 09.00  atau pukul 15.00 (Wita). Sebab pada jam segitu adalah jam makan para beruang madu.



How to get There: Dengan rental mobil atau transportasi umum, pilih angkot dari terminal Batu Ampar. Naik nomor 8 dan minta supir untuk menurunkan di  lokasi ini (sekitar satu jam perjalanan dan umumnya dikenakan biaya tambahan sekitar Rp. 20.000). Untuk kembali, Anda harus berjalan ke jalan utama (sekitar satu kilometer). Dari sana, kita dapat menunggu mikrolet ke arah kota (yang membutuhkan waktu agak lama). Tiket masuk ke lokasi ini adalah GRATIS.

Alert:  lebih baik menggunakan mobil pribadi atau rental. Karena susahnya angkot yang akan ditemui di sepanjang jalan ini. Selain itu, lebih aman. Karena lokasi perjalanan adalah jarak antara Balikpapan – Samarinda.

Baca juga: Wisata Pantai Balikpapan

Terimakasih telah berkunjung kembali, setelah sebelumnya membaca artikel mengenai #wisatapantai di Kota Balikpapan. Untuk tahap selanjutnya, silahkan lagi berkunjung minggu depan untuk melihat mengenai tempat-tempat yang unik dan berbeda dari wisata pantai dan wisata hutan di kota Balikpapan. Kota Cinta selalu memberikan hal-hal indah yang penuh dengan cinta. Warnanya hijau adalah warna kesegaran mata, bukan semata karena pepatah mengatakan hijau adalah mata duitan, dimana berarti hijau selalu berorentasi dengan uang. Hijau adalah warna alam, dimana warna hijau akan membuat pikiran penat akan lenyap senantiasa, saat melihat rindangnya pepohonan dan sejuknya hawa alam yang bebas dari perkotaan dan hiruk-piruk kehidupan dunia.

Salam hangat dan penuh kesejukan
 


Citra Pandiangan
 
http://www.kotacinta.com/2016/11/enjoy-forest-around-balikpapan.html


#Quotes: Kehidupan alam dimulai dimana kita bisa mengetahui bahwa hutan itu penting untuk dijaga dan dilestarikan. Nikmatin nuansa pepohonan di kawasan hutan lindung dan mengenal alam lebih dekat. @citrapandiangan
Image Credit - Featured, 1, 2, 3, 4, 5


7 comments:

  • Citra Pandiangan said...

    @ Mas Fajar
    hahaha, ups, ngak juga mas Fajar, lebih sering ramai di pantai sama mall..... kalau hutan jarang yang bertandang, bahkan bisa dihitung pakai tangan, kecuali ada acara kemah skul or organisasi

    @ Mbak Wahyu
    Iya mbak, dulu waktu masih SD, SMP sering kemah di hutan lindung, seru seh.... apalagi, melibatkan keluarga besar, semakin asyik

    @ Mas Adhi
    benar banget mas, gak mesti yang biru-biru, setuju banget.... segar dan oksigennya fresh

Post a Comment

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day