Semua Harus Direncanakan Sempurna

Sunday, October 9, 2016 6 comments
Perencanaan Liburan Seorang Diri

Bandung
Siapa yang tidak kenal Bandung, meskipun cuma sekali menginjakan kaki di Bandung. Lantaran menjadi wartawan yang diundang untuk meliput bedah buku, salah satu petinggi di Kota Tanjungpinang. Tetap saja, Bandung menjadi tempat destinasi yang “wajib” aku kunjungi, lantaran jarak Jakarta – Bandung tidaklah jauh, tetapi waktu dan anggaran yang tidak pernah membuatku menginjakan kaki di kota kembang itu.

Mendapatkan berbagai informasi mengenai tempat wisata Bandung, nyata ngences boooo. Aku ingin pergi kesemua tempat. Aku ingin pergi ke semuanya. Namun, mengingat estimasi biaya yang aku perhitungkan di Bandung. Jadilah di pilih beberapa tempat wisata yang menawan hatiku sejak dulu, menjadi pesona tersendiri dalam mimpi indahku.

Mencari penginapan murah ala backpacker di Bandung tidak gampang, karena estimasi biaya untuk hotel hanya di budgedkan Rp100.000 per malam, kalau bisa kurang dari seratus malah hahaha. Ini dia tujuan wisata traveling di awal Desemberku,

Yogyakarta
Dari seluruh wacana perjalananku, kenapa aku memilih Yogyakarta paling lama aku singgahi. Karena kota pelajar ini menyimpan segudang memori yang indah, suka-duka selama aku kuliah di sini. Sebenarnya tidak  hanya itu saja alasan utama, Yogyakarta merupakan salah satu kota termurah dan kota yang tidak membutuhkan biaya banyak.

Swear terkewer-kewer, betapa terkejutnya aku saat aku menjelajahi setiap keyword tentang Yogyakarta. Ini kota sumpah, berbeda banget. Tidak seperti dulu, pada masa aku kuliah 14 tahun silam. Transportasinya sudah didapat, sudah gitu mesti bergantungan. Inilah pertama kali dalam kehidupanku, aku harus prihatin naik angkutan kota yang harus berdiri dan berlari untuk bisa mendapatkan ini angkot. Kalau masa kecilku, namanya angkot, kita hentikan, baru kita naik dengan santai. Tidak sepert ini, 180 derajad celcius berbeda.

Yogyakarta sudah ada Transjogja sejak 2010 lalu, kenapa tidak pada masa aku kuliah dulu ya. But that’s ok. Aku bangga akan setiap perubahan yang terjadi, karena perubahan suatu hal yang baik dan benar, jika itu untuk memajukan suatu kota/desa. Aku turut bersuka-ria, karena pada saat aku ke Yogyakarta nanti, aku akan mudah melakukan beberapa perjalanan ke destinasi wisata yang ada di Yogykarta, ingin tahu lebih dalam,

Probolinggo
Namanya Jawa banget ya khas gitu. Saat menjelajahi dunia maya dengan kata Probolinggo aku mendapatkan suatu hal yang baru dan mempesona yakni apalagi wisata alamnya. Oh, damn it. Aku bangga menjadi Indonesia, walaupun disini tidak ada salju, tetapi pemandangan alamnya sangat mempesona hatiku. Aku jatuh hati, aku tidak sabar untuk pergi ke lokasi ini. Melihat keindahan alam yang terkenal kepenjuru dunia, apalagi kalau bukan gunung Bromo. Plus masih banyak wisata yang menarik yang bisa dilihat disini, hatiku semakin dag dig dug dalam membuat estimasi biaya perjalanan ke Probolinggo, tetapi sayang aku harus menguburkan impian itu. Maaf ya, tetapi setidaknya dan yang terutama kita akan ke Gunung Bromo, asyikkan?

Malang
Bodoh dasar bodoh, maaf saudara-saudra, aku tidak mengetahui kalau Malang dan Probolinggo itu sepupuan. Aku kira jarak yang terbentang antara mereka itu sangat jauh. Maklum lama di Kepulauan Riau, yang kemana-mana akses harus pakai kapal feri gitu, ke Singapore, Malaysia pakai kapal, terus ke satu tempat dengan tempat lain, kapal lagi. Contohnya neh, karena aku jamin ya, tidak semua tahu apa tuh Kepulauan Riau. Soalnya, setiap ditanya datang dari mana? Aku jawab dari Tanjungpinang. Terus rata-rata (sebenarnya beberapa persen doank she), mereka menjawab, oh jalan Tanjungpinang yang dekat itu ya bla bla bla, aku tidak menyimak dengan baik kata-kata mereka, karena ku terpesona, mereka kira Tanjungpinang itu nama jalan, gubrak  ups gak ada meja. Jangan alai gitu deh, ingat umur bro.

Jadi deh ada perubahan kalender, dikarenakan mau menginjakan kaki ke wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu harus melalui gerbang Utara Malang yakni terminal Arjosari. Untuk kalender perjalanan bisa dilihat, setelah semua tuntas. Sedangkan untuk pengalaman yang mendebarkan di Malang, bisa ditilik

Surabaya
Awalnya seh tidak jadi ke Surabaya, karena estimasi biaya yang tidak memungkinkan. Eh, dikarenakan suatu alasan yang masuk akal. Akhirnya terpilihlah Surabaya sebagai destinasi setelah puas menikmati kota Malang yang adem bener, meskipun namanya Malang, kuharap bukan orang yang mengatakan aduh malang benar nasibmu, lol!! Ah garing.

Wah, Surabaya seru!! Tetapi dilubuk hati terdalam sebenarnya pengennya ke Kediri. Membuat mama cemburu, karena aku menginjakan kaki ke kota kelahiran bundaku tersayang, ih biasanya manggilnya ibu kadang mama, bergaya pakai bunda. Sudah sekian tahun, mama tidak pernah menginjakan kaki di kota kelahirannya. Terus saat lagi booming facebook dan tante centilku, srintil mengatakan bahwa dia bertemu teman-teman masa pelajarnya dulu, membuat mama ingin berjumpa dengan beberapa sahabat lamanya, namun dicari ribuan kali, nama asli mereka, tetap saja nasib mama kurang beruntung. Karena tidak menemukan seorangpun sahabatnya.

Aku merasa bersyukur terlahir di masa sekarang, dimana teknologi makin maju dan maju. Memudahkan akses komunikasi antara keluarga, saudara jauh, tempat yang berlokasi berbeda. Namun terasa dekat di kuping saat berkomunikasi dengan mereka hahaha.


Banyuwangi
Dari namanya aja Banyu-wangi. Banyu yang berarti air dalam bahasa Jawa, wangi yang berarti harum dalam bahasa Indonesia. Ah, ST (Sok Tau) deh aku neh. Banyuwangi, sudah bisa dipastikan dalam benakku yang tidak seberapa ini. Pemandangan laut yang akan menawan hatiku. Apalagi aku memang tercipta sebagai pengagum setia laut. Meskipun, sejujurnya dan sungguh memalukan banget jika membuka “aib” ini disini, tetapi tidak apa-apalah, berbagi sedikit rahasia terpendam dalam kehidupan kelamku ini. “AKU TIDAK BISA BERENANG.”

Aku merasa gagal menjadi marmid, karena itu biarlah aku pandang hamparan pantai dan cakrawala yang seakan-akan bersatu, membuatku terposana akan gambaran maha dasyat dari sang Pencipta. Suatu lukisan yang hidup dan memikat hati. Deburan pantai yang menyejukan dan terlebih lagi, hamparan pasir yang menyatakan jelas kita berpijak dibumi dan angin sepoi-sepoi yang membuatku merasa aku berada dekat sekali dengan Tuhan. Seakan Tuhan berbisik, “Semuanya baik-baik saja, kamu tidak bisa melihat aku. Tetapi kamu bisa merasakan Aku selalu menyertaimu.” Suatu yang mitis terjadi hanya antara aku dan Dia, mau ikutan juga? Boleh koq, gratis.

Lombok
Awalnya Lombok adalah destinasi terakhir yang aku pilih. Namun karena pertimbangan berbagai hal. Plus, aku pengen juga menghabiskan akhir tahun di keramaian. Jadilah, Lombok urutan kedua dari bawah. Sungguh aku, aku cemburu saat mengetahui sepupuku Vita, menghabiskan liburan di Kota Lombok. Apalagi belakangan ini Lombok sangat terkenal akan wisata pantainya yang tidak kalah indah dengan Bali.

Mendengar nama pantai dan kejernihan laut yang masih belum tersentuh kalayak banyak plus pemerintahan setempat juga mulai melakukan pembangunan “mati-matian” agar turis mancanegara bisa ke Lombok tanpa melalui Denpasar. Memudahkan akses mereka agar bisa langsung merasakan pemandangan yang “wow” saat kamu melihat gambar-gambar pantai yang disodorkan mbah google. Membuat hati ini berkeinginan kuat, suatu saat aku harus menginjakan kaki ini.


Bali
Tiada kata bosan bagiku untuk mengucapkan Bali berulang kali, Bali ini seperti magnet bagi diriku. Selalu menarik aku kembali kesana, karena aku merasa kalau di Bali aku bisa menemukan tulang rusukku yang hilang tersapu badai. Siapa tahu terdampar disana, aku harus menemukannya hahaha.

Tentu saja tidak benar, apalagi kalau bukan karena pantai dan juga harga yang bisa terjangkau kalangan seperti aku, menginap di hotel kelas tiga, maklum aku kan bukan kalangan sosialita. Apalagi, kali ini perjalanan ke Bali benar-benar sisa-sisa anggaran yang ada.

Aku harus bijak menyingkapinya hingga aku bisa mengatakan “HORREY 31 DAYS DONE and SUCCESS.” What am I doing in Bali with the limited budged after seven destinations? Peek on this page ….. please.

Update Calender Adventure :
Date
Destination
Note
1-4 December 2014
Jakarta-Bandung
4 Days 3 Nights
4-10 December 2014
Bandung-Yogyakarta
7 Days 6 Nights
10-12 December 2014
Yogyakarta-Probolinggo
3 Days 2 Nights
12-16 December 2014
Probolinggo-Malang
5 Days 4 Nights
16-19 December 2014
Malang-Surabaya
4 Days 3 Nights
19-21 December 2014
Surabaya-Banyuwangi
3 Days 2 Nights
22-24 December 2014
Banyuwangi-Lombok
3 Days 2 Nights
24-27 December 2014
Lombok-Bali
4 Days 3 Nights
27-31 December 2014
BALI…
5 Days, 4 Night



Salam Berpetualang

 
#Womanbackpacker #Anakmami #jalan-jalan #Holidayalone

6 comments:

  • Evi said...

    Mbak. List destinasinya bikin mupeng. Aku juga senang jalan-jalan tapi aku punya kelemahan yakni malas membuat rencana seperti ini. Padahal dengan membuat list tempat-tempat yang ingin dikunjungi kan akan memudahkan untuk mencapainya ya :)

Post a Comment

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day