Diare Saat Liburan? Menyebalkan!

Friday, October 7, 2016 4 comments
Jangan Didiamkan Saja, Segera Obati


#Jelajahwaktu

Liburan adalah hal yang menyenangkan tetapi kalau sedang diare pasti tidak menyenangkan. Beberapa tahun lalu, saat Keluarga Kota Cinta (LuKoCin) sedang menikmati liburan seorang diri, tanpa disengaja bertemu dengan dua orang pria asal Prancis sewaktu di Surabaya. Lalu, kami bertukar nomor ponsel, maklum rencanaku sehabis dari Surabaya akan ke Lombok kemudian ke Bali. Kebetulan mereka juga berencana akan ke Bali setelah beberapa hari menikmati Surabaya. Ya, tidak ada salahnya memberikan nomor ponselku pada mereka. Ya, siapa tahu saja liburan jadi lebih meriah dengan teman baru di perjalanan.

Ternyata kami bertemu kembali di Bali, tidak disangka kami menginap di lokasi yang sama. Walaupun beda beberapa blok saja. Akhirnya, selama beberapa hari kedepan, LuKoCin bergabung dengan mereka. Kami menikmati nuansa Bali dan aneka kuliner yang yummy. Aku sudah mengingatkan jangan makan makanan yang terlalu pedas, karena pasti makanan ala Indonesia berbeda dengan makanan ala barat. Benarkan! Hingga, salah satu diantara mereka terkena diare. Kasihan. LuKoCin menganjurkan untuk membeli obat diare tetapi dia menolaknya dengan alasan, obat Indonesia tidak akan mempan dan berbahaya bagi tubuh orang bule. Mereka menyebutnya Bali Belly, alias perut sakit akibat makanan di Bali.


Ya sudah, karena aku sibuk dengan rencanaku selama di Bali. Akhirnya dua hari kami tidak bertemu. Soalnya, menikmati jalan-jalan seorang diri terkadang sangat dibutuhkan. Hening dan menyenangkan hahaha. Pada suatu malam, salah seorang temannya mengirimkan SMS dan menanyakan kira-kira obat apa yang bagus dan aman dikonsumsi untuk temannya. Karena dia sudah tidak kuat lagi menahan perut yang sakit melilit. Akhirnya, LuKoCin  merasa kasihan dan pergi  ke toko obat dan memilihkan obat Entrostop. Setelah membeli, LuKoCin mampir ke hotel tempat mereka menginap.

Awalnya, si bule satu ini enggan meminum obat. Takut dengan antibiotik dalam kandungan obat dan bla-bla dengan membayangkan perutnya bakalan makin sakit. Dengan berlagak ala expart obat hahaha. Pada dasarnya LuKoCin ini juga punya perut yang sensitive jika makan makanan yang tidak bersih, LuKoCin ini gampang banget terserang diare. Kalau di rumah, mama selalu membuatkan obat diare dari kunyit dan juga daun jambu. Nah, kalau tidak tersedia maka pilihan jatuh pada obat Entrostop.

Mau tahu nggak,  LuKoCin bilang apa tuh sama si bule yang terkena diare? “Its save, this capsul is contain of herb from guava leaves.” Nah, akhirnya ia mencoba juga meminum obat tersebut. Tidak tega juga melihat wajah sudah putih semakin putih (baca: pucat) karena diare. Selain ini penyakit tidak terkesan elit, tetapi sangat berbahaya karena tubuh bisa kekurangan cairan plus lemas tak bertenaga. Ditambah suakit (sakit) yang luar biasa, liburan terkena diare itu sama saja menghabiskan waktu di dalam kamar, RUGI! Menyebalkan dan tersiksa tiada henti.

Saat Lukocin bilang kepada mereka bahwa ini obat dari daun jambu dan beberapa hal, tidak ada antibiotik, AMAN DIKONSUMSI. Karena itu ini obat bisa di beli di swalayan atau supermarket. Awalnya, mereka membaca tetapi karena tidak paham. Akhirnya karena tidak kuat lagi dan lelah, teman baruku itu meminum Entrostop. Treng-treng tidak langsung sembuh koq, semua butuh proses setidaknya dalam waktu dua jam kedepan. Perutnya sudah agak membaik dan dia berterimakasih sekali karena ada aku. Eh, tidak karena ada Entrostop kalau tidak, dia bakalan tersisksa dan akan mempersingkat liburannya, mungkin. Padahal rencana mereka habis dari Indonesia akan lanjut ke negara lain. Untung ada Entrostop dan diare pun mampet.

Apakah Penduduk Kota Cinta (DuKoCin) pernah memiliki pengalaman saat liburan terkena diare? Pasti sangat menyebalkan ya. Diare itu memang gampang terkena dan juga “menular” karena itu usahakan membeli makanan di tempat yang bersih, cuci tangan dengan sabun, dan jangan makan-makanan yang terlalu pedas. Jangan sampai karena menikmati sensasi pedas yang berlebih malah liburan terganggu dengan diare yang datang tiba-tiba.

 Bagaimana cara mencegah diare kala liburan agar liburan tetap maksimal dan tidak terganggu dengan diare. Ini dia walaupun terkesan sepele tetap saja penting. Bahkan terkadang suka lupa melakukannya kala sedang berliburan:


  1. Mencuci tangan sebelum makan. 
  2. Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran. 
  3. Ingat, jangan  membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Baiklah, sekian dulu pengalaman LuKoCin dalam menghadapi problemba diarrhea kala liburan.

Salam sehat dan tetap menjaga kebersihan diri agar liburan tetap menyenangkan

LuKoCin






Citra Pandiangan

http://www.kotacinta.com/2016/10/diarrhea-on-vacation-it-sucks.html

4 comments:

  • Evi said...

    Entrostop ini obat diare yang digunakan oleh keluarga saya Sejak saya kecil. Dulu Kalau kami diare, ibu tinggal pergi ke warung di sebelah rumah dan tak Berapa lama kami pun sehat kembali. Sampai sekarang Entrostop tetap tersedia di lemari obat di rumah saya. Ini obat masa lalu dengan khasiat tetap menghentikan lilitan di perut dan buang buang air :)

  • Citra Pandiangan said...

    @Mbak Evi
    Hi Mbak Evi apa kabar, wah sudah lama aku tidak BW. Enak sekali ya mbak bertandang ke Toraja, seru banget. Iya mbak, obat diare ini memang cocok hehehe nggak terlalu kuat dan aman untuk mengatasi diare.... Ternyata kita sama ya memilih produk satu ini hehehe

Post a Comment

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Smile and Lovely Day